kasihan sekali engkau…sarjana…
tulisan ini aku buat karena pas aku lewat di dpn rumah seorang temen jaman SMP..dia lagi jaga konter pulsa..
di fs sama fesbuknya sih banyak foto2 wisuda dia…momen2 bahagia dia ketika di wisuda..tapi…
Kok ya susah2 menyelesaikan kuliahnya, yang tentu saja tidak hanya mengorbankan uang banyak, tetapi juga waktu dan tenaga yang tak ternilai dengan materi..ujung2nya malah buka konter pulsa?
jadi inget tulisanku tentang usaha isi pulsa deh,,dimana sehari paling POL dapet 15 ribu..
ya mungkin klo di pinggir jalan raya bisa dapet lebih banyak lg…tapi……
tetep aja menurutku sangat sia2 gelar yang dia dapat itu jika akhirnya jualan pulsa yang dia pilih…
hmm…smoga saja dia cepet dapat pekerjaan, atau smoga saja dia merubah usaha yang digelutinya..
wirausaha memang hasilnya dahsyat teman.. smoga kamu tetap mau berwirausaha, tapi di bidang lain ![]()
jadi agen pulsanya mungkin,, membawahi puluhan pedagang pulsa,,atau malah jadi server pulsanya, membawahi ratusan sampa ribuan agen pulsa….
bukannya saya mau meremehkan usaha pulsa lho ya,,tapi saya prihatin aja karna tempat usaha dia ini selalu saya lewati dan setiap saya lewat sana tempat usahanya memang tidak rame pembeli…
masih banyak peluang usaha yang tentu saja lebih menghasilkan..
Kadang heran juga dengan paradigma negeri ini..banyak sekali sarjana yang menganggur.. Padahal kalau kita hanya mengandalkan lowongan yang dibuka tiap harinya, tentu saja peluang untuk diterima sangat kecil..
aku teringat perkataan mitra bisnisku yang akhirnya menjadi pengusaha sukses hanya karena dendam dengan satpam sebuah perusahaan telekomunikasi di negeri kita tercinta, Indonesia…
Ceritanya, dia adalah lulusan sebuah perguruan tinggi yang mempunyai IPK diatas rata-rata… setiap hari dia membaca koran di bagian lowongan, dan hampir setiap hari pula dia membuat lamaran kerja..
tetapi,, hampir setiap hari pula dia hanya menunggu tanpa mendapat jawaban dari lamaran2 yang dia masukan..
Sampai suatu ketika, dia memasukkan lamaran ke sebuah perusahaan telekomunikasi tadi, dengan penuh semangat dia melengkapi persyaratan yang diminta. dan ketika mau mengumpulkan, satpam yang sedang berjaga mengatakan kepadanya, “taruh saja di meja itu mas”.
tapi ketika dia hendak meletakkan berkas lamarannya, dia lumayan kaget dengan tumpukan yg setinggi hampir sama dengan tinggi badannya..
Lalu dia bertanya kepada si satpam, ” karyawan yang dibutuhkan sebenarnya ada berapa pak?”
“10 orang”, jawab satpam..
“yang udah dipanggil untuk wawancara ada berapa?” tanya dia
“15″, jawab satpam itu
“lalu tumpukan itu mau diapakan?” tanya dia dengan nada kecewa..
“si satpam dengan entengnya menjawab, ” nunggu tukang kiloan kertas.”
CROT!!!~
gila aja, udah bikin lamaran dan melengkapi persyaratan, tapi ujung2nya cuman mau di kilokan????!!
semenjak itu dia dendam dan tidak pernah lagi melamar…yang ada sekarang, dia membuat lapangan perusahaan dan menerima lamaran dari sarjana2 yg pengen kerja di tempat dia..
-Sekian-
smoga tulisan singkatku ini banyak memberi manfaat atau memunculkan dendam2 positif ke kalian yg baca tulisan ini… AMIN….
9 Comments
Other Links to this Post
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI


By w nan tampan, August 24, 2009 @ 09:22
Sip Gan! Saya setuju dengan antum. Mari-mari kita kembangkan jiwa enterpreneurship yang handal. Kalo antum jadi bos saya mau deh jadi karyawannya (asal antum jangan jadi mucikari atau yang sejenisnya)
*lirik-lirik manja
By riza_kasela, August 24, 2009 @ 13:17
setuju gan
By omahmiring, August 25, 2009 @ 11:20
Itu namanya membaca peluang gan…
Saya percaya kok, tanpa tendensi apapun. :p
By Aday, August 27, 2009 @ 02:31
to->W nan tiada tampan:
mari…mari!! kita lanjutkan meyebar virus enterpreeur!! hohoho…
to->riza_kasela:
siipp!!
to->omahmiring:
kok saya agak gak mudeng ya dgn komennya agan??
By sangprabo, August 28, 2009 @ 20:08
sangprabo likes this
Tapi aq kurang stuju loh Ad, pas kmu bilang lulusan univ cendrung lbh berhasil (dr segi materi ya..) dibanding dengan orsang yg pendidikannya rendah. Suatu ketika ada seorang anak bertanya pada ayahnya, “Pak, si Bapak Anu pendidikannya kan cuma SD. Kok bisa kaya banget ya Pak?“
Si Ayah menjawab, “Nak,jangan engkau kaitkan pendidikan orang dengan rejekinya…“
Rejeki gak harus berbentuk uang kan? Bisa juga ketenangan hidup, istri yang bahenol, atau kesehatan lahir batin.
Tapi aku setuju sekali soal menjadi pengusaha. Mudah2an kita bisa dapat pengalaman yang ‘melecutkan’ seperti yang dialami temanmu yang melamar kerja itu…
By Aday, August 29, 2009 @ 01:31
thx bo..
ngmg2, di bagian mana ya aku blg klo lulusan univ lebih berhasil????
kyknya klo di tulisanku ini, aku menggarisbawahi di bagian “udah keluar banyak duit bla bla bla”
By Aday, August 29, 2009 @ 01:34
oiya lupa..
AMIIIIN!!!
By :bz, August 29, 2009 @ 22:26
speechless..
i also like this
By rama, September 3, 2009 @ 11:57
siapa mitra kerjana @ apa aku kenal?